Segala sesuatu yang berlebihan atau overthinking versi islami.

Sebagai seorang remaja atau dewasa kita seringkali dihadapkan berbagai permasalahan hidup yang rasanya amat berat, hal inilah menjadi pemicu  perasaan overthinking.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan overthinking? Overthinking adalah suatu kondisi dimana kita terlalu banyak memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Biasanya, overthinking terjadi di waktu malam menjelang tidur atau ketika kita mempunyai waktu kosong.

Lalu bagaimana pandangan Islam dalam menanggapi perasaan yang overthinking ini?

Dilansir dari Channel Youtube CAHAYA UNTUK INDONESIA, Habib Husein Ja’far menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an  sudah diterangkan segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Mengingat  Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan, bahkan makan dan minum saja kita tidak boleh berlebihan apalagi dalam berpikir.

Misalkan ketika situasi pandemi Covid-19 saat ini, membaca informasi yang terlalu berlebihan tentu akan menimbulkan perasaan takut dan was-was yang tidak penting.

Lalu sebagai umat islam, bagaimana cara kita untuk mengatasi kebiasaan overthinking tersebut? Ada beberapa hal yang harus kita ikuti.

1. Mengetahui bahwa pikiran itu harus dibatasi

Pada dasarnya, akal manusia itu diciptakan Allah dalam keterbatasan, maka dengan keterbatasan tersebut kita seharusnya tidak boleh berlebihan dalam memikirkan sesuatu, secukupnya saja.

Akal yang terbatas ini digambarkan oleh Jalaluddin Rumi salah satu Sufi tersohor di Persia, akal itu seperti Nabi saat Mi’raj, beliau sampai ke langit ketujuh.

Akal menjadi simbol kehadiran Malaikat Jibril, namun ketika Nabi naik ke Sidratul Muntaha Jibril tidak ikut.

Nah, itulah akal tidak bisa menjangkau sesuatu yang diluar kemampuan nalar manusia pada umumnya, maka disana wilayah hati.

Jadi, jangan berlebihan dalam menggunakan akal, jangan overthingking dalam berpikir karena akal ada batasnya.

Ketika kita merasa lelah dengan beban masalah, cepat berhenti berpikir dan serahkanlah kepada hati untuk mengambil alih hal tersebut.

Berikanlah waktu untuk hati agar bisa bertawakal dan berserah, jangan  dikorupsi untuk akal yang overthinking

2. Berhenti berpikir dengan kata seharusnya.

Seharusnya di umur 25 saya harus punya rumah, udah nikah, seharusnya saya tidak boleh malas dan capek ketika pekerjaan belum selesai, seharusnya saya harus begini dan begitu harus dihilangkan.

Sebagai gantinya Habib Husein Ja’far memberikan saran agar kita mengganti kata seharusnya menjadi semampunya.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat At-Tagabun ayat 6 yang isinya bertakwalah kamu kepada Allah semampu kamu, tidak seharusnya

3. Maksimalkan apa yang kita lakukan.

Dengan memaksimalkan apa yang kita lakukan, kita akan cenderung lebih tenang dan perasaan berandai-andai tidak muncul

4. Sadar bahwa segala sesuatu tidak berada di tangan kita dan manusia tidak sempurna

Ketika sesuatu itu sudah dikerjakan, maka serahkan semuanya kepada Allah, jadi kita tidak lagi overthinking melainkan justru berdoa.

Manusia bukanlah makhluk sempurna yang bisa melakukan apa saja, sadarilah bahwa pasti aka nada kekurangan yang kita lakukan.

Itu dia penjelasan tentang Overthinking dalam agama Islam, semoga kita dijauhkan dari sifat overthinking dan lebih banyak mengingat Allah.***

Komentar

Postingan Populer